Setelah meninggalkan Amerika selama hampir 20 tahun lamanya, kini aku kembali dalam keadaan jauh lebih menyedihkan dibanding dulu. Semua kenangan awal ketika aku mulai menapaki dunia kriminal membuatku meratap masa lalu. Sekali lagi menyalahkan diri, kalau saja memilih jalan hidup lebih mulia, aku tak akan menjadikan Runa korban kemalangan hidupku yang tragis. Tiap kali memikirkannya aku merasa sesak dan mataku berair. Memikirkan kehilangannya jadi pelipur lara di kala duka, bahwa aku telah melewati saat yang lebih menyakitkan lebih meletihkan dibandingkan menghadapi berbulan persidangan panjang yang membuatku berakhir di American High Security Prison di Arizona. Aku masih ingat saat hakim wanita itu mengatakan aku berdarah dingin dan kejam. Dia mengatakannya hanya melihat satu sisi t

