SELAMAT MEMBACA "Sehan, dia datang!" teriak Lily ketika Sehan justru memperat pelukanya. ZRING.. JITT.. "Kau tenang saja," ujar Sehan dengan enteng setelah ia melepaskan Lily dalam pelukannya yang membeku layaknya patung. Pemberhenti waktu setidaknya lebih berguna karena Sehan tidak memiliki kemampuan teleportasi. Ia melangkah mendekati tubuh Romusha yang mematung. "Sudah tua, jahat, jelek dan hidup lagi. Seharunya dia sudah mati sebelumnya, baiklah! Biar kubuat dia mati lagi," tutur Sehan. Kini tangan kiri Sehan terangkat untuk mencekik Leher Romusha. Ia tak akan membiarkan Lily menyaksikan caranya membunuh, walaupun Lily sebenarnya sudah melihat kematian lebih mengerikan sebelumnya. "Sadarlah," bisik Sehan setelah mengangkat tubuh Romusha yang di cekiknya hanya dengan sebelah tan

