22. Emosi Sesaat

1848 Words

RENATA: Aku pamit ke kamar kecil dan meminta ditunjukkan arahnya pada Raka. Bertanya pada kekasihku tidak mungkin karena Marcell saat ini persis seperti pesakitan yang tidak bisa diajak komunikasi. Di kamar mandi aku mematut diri di depan cermin. Berusaha mengembalikan kesadaran bahwa tidak sedang bermimpi buruk. Kalimat yang dilontarkan Raka beberapa saat lalu kembali terngiang di runguku. Entah kenapa rasanya otakku tidak sampai membayangkan apa yang sebenarnya terjadi antara Marcell dan teman-temannya itu. Setelah gejolak emosiku sedikit mereda aku pun mengangkat kepala, menatap refleksi wajah di cermin dan membasuhnya dengan air yang mengalir dari kran. Ketika mengangkat wajah dengan air yang masih menetes, aku menatap kembali refleksi wajahku yang terlihat begitu bodoh da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD