Jinora 60

1299 Words

Mala mini begitu indah, seakan kembali pada masa dimana mereka menjadi pasangan yang saling melengkapi. Eshan duduk tepat di samping Jinora, memandang indahnya pantai pada malam hari. Angin yang berhembus seakan tidak dapat membuat keduanya merasa ingin mengakhiri malam itu. Eshan menggenggam tangan Jinora dengan erat, dan wanita itu kini menatap pria yang sudah sejak lama dinanti. Pandangan mata Jinora terlihat sayu, seakan tidak percaya. Satu tangannya beberapa kali mencubit perlahan tubuhnya sendiri, terasa sakit. ‘Aku harap ini bukan mimpi,’ batin Jinora. Eshan tersenyum menatap Jinora, ia merasa jika wanita itu sedang memikirkan sesuatu. Satu tangan Eshan menyentuh wajah Jinora dengan lembut, ia menggosok pipi Jinora perlahan. “Ra, aku gak mau kehilangan kamu lagi. Kali ini, bia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD