Pagi ini, Jinora bangun sedikit kesiangan, hingga ia menyesali karena tidak bisa mengurus persiapan sekolah ke dua anaknya. Jinora mengomel pada Eshan yang mengambil alih pekerjaannya sebagai ibu. Tidak peduli dengan Eshan yang sudah terlambat untuk berangkat ke kantor, Jinora tetap saja mengomel padanya. “Ra, aku udah telat, sayang … anak-anak udah berangkat sama Pak Supri. Kamu jangan begini dong,” ujar Eshan. “Kamu jahat! Aku kan mau siapin keperluan sekolah anak-anak! Kenapa kamu gak bangunin aku sih!” “Ra, kamu masih capek. Lagian kamu juga lagi hamil, gak boleh terlalu banyak kegiatan.” “Aku ngambek!” Eshan menghela napasnya kasar, lalu meraih tubuh Jinora dan menciumnya. Bukan balasan seperti yang Eshan kira, Jinora justru mendorong tubuh Eshan dengan kuat. “Nggak!” teriak Jin

