Jinora 74

1271 Words

Eshan sedang duduk di depan ruang ICU, ia hanya bisa melihat wajah Jinora dari balik dinding kaca saat ini. Kondisi Jinora semakin menurun, karena gairah untuk hidupnya sudah tidak lagi ada. Berkali-kali dokter datang dan masuk ke dalam ruang ICU, karena alarm yang berbunyi pada ruangan itu. “Ra, bertahan ya? Aku mohon sama kamu,” gumam Eshan. Eshan menenggelamkan wajahnya diantara kedua tangan. Ia terus berdo’a untuk kesembuhan wanita yang kini sedang berbaring lemas di dalam sana. Entah apa yang membuat Jinora semakin tidak bersemangat untuk kembali hidup. William hanya bungkam mengenai apa yang Jinora alami. Setelah kedatangan tim medis, suara detak jantung dari alat yang terpasang pada Jinora mulai kembali normal, dan stabil. Dokter menyarankan agar Eshan masuk dan memberikan dukun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD