"Kamu menginap di sini kan, Sayang?" Lily tersenyum mendengar nada penuh harap yang tersirat dari pertanyaan Rama itu. "Iyaa~ tapi hanya untuk malam ini saja ya?" Lelaki bersurai hitam itu pun tersenyum gembira mendengarnya. Satu lengannya yang sehat memeluk erat pinggang Lily dari belakang, dan Rama menghujani kecupan di pundak tunangannya. Saat ini mereka sedang asyik menonton televisi bersama-sama. Rama menyuruh Lily naik ke atas brankar dan duduk dengannya di sana. "Capek banget nungguin beberapa bulan lagi," keluh Rama tiba-tiba. "Rasanya ingin waktu dipercepat tiga bulan dari sekarang, dan kita sudah menikah." Lagi-lagi Lily tersenyum, namun kali ini sama sekali tidak menyahut. "Kamu kenapa sih, Sayang?" Tanya Rama heran. "Nggak biasanya Lily Almira yang aku kenal ceplas-c

