“Apa yang kau pikirkan?” William bertanya, melirik Illeana yang diam saja sejak beberapa saat lalu. “Bukan apa-apa,” jawab Illeana ketus. William menghela napas. “Kau tahu, saat kau marah seperti itu, aku semakin ingin menggodamu, Nona Illeana. Jadi, jangan menjawabku seperti itu, kalau kau tidak mau akibatnya,” kata William sedikit mengancam. Illeana sendiri mengatupkan giginya kesal, dan mencoba untuk menahan diri agar tak lepas kendali tapi William memang menyebalkan sekali, menganggunya. Setelah menenangkan diri dan menghela napas untuk membalas William, Illeana menolehkan kepalanya tapi lagi-lagi dia terkejut dengan ulah yang William buat itu sehingga sekali lagi Illeana kehilangan keseimbangan dan otomatis menjaga jarak dari kedekatan itu sehingga membuat kepalanya mundur d

