“Jeanika benar, Na. itu bukan karenamu. Jika saja kau tidak ada di sana, dia pasti tidak akan terurus,” kata Jasmine ikut bicara. Illeana tak bereaksi, hanya diam memainkan es krim yang tinggal setengah lagi. “Jujur saja, pada awalnya aku tidak tahu, tapi setelah kau bilang di lantai mana dia tinggal, lantai sembilan itu hanya satu pintu. Ketika aku melihatnya secara langsung, aku pikir itu wajar saja dia tumbang, karena nyaris sebulan penuh, ah tidak, bahkan jauh sebelum kau kembali, aku pikir dia kerja terlalu keras,” papar Jasmine. Mendengar apa yang Jasmine katakan barulah Illeana mengangkat wajah. “Aku memang mengenalmu sejak kuliah, bukan? Tapi baru kali ini melihat wajah William secara langsung. Seingat aku, kau sama sekali tak begitu di manjakan olehnya dulu. Saat aku akhirn

