Siang itu cuaca cerah, Illeana berdiri di pinggir jalan menunggu jemputan. Sengaja dia tidak menunggu di rumah karena memang belum memberi tahu lokasi pasti rumahnya pada Boby. Sebuah mobil hitam berhenti di depannya tak lama kemudian kaca jendela mobil itu terbuka dan menampilkan wajah Boby yang tersenyum padanya. “Naiklah,” ujar pria itu. Illeana membalas senyumnya dan membuka pintu lalu duduk manis sambil memasangkan sabuk pengamannya. Boby memperhatikan apa yang gadis itu lakukan. “Maaf membuatmu menunggu,” kata Boby. “Tidak apa- apa, aku juga baru sampai setelah berkunjung ke tempat Jeanika,” jawab Illeana, setengah berdusta. Boby tak mempermasalahkannya dan mengangguk. Mereka akan makan siang di tempat yang telah Boby pesan. Illeana tidak begitu menyukai tempat ramai jadi B

