Fokus Illeana hilang saat itu, dia mengela napas panjang dan berat, kesal dengan apa yang Maria sematkan padanya. Pela-kor? Oh, ayolah, Illeana sendiri punya kekasih untuk apa merebut pria orang? Lagi pula, sejak kapan William menikah? Bukankah pria itu mengatakan kalau dia tidak ada hubungan dengan Maria? Gadis itu bukanlah kekasihnya. “Apa maksudnya itu? Mereka mempermainkan aku? Yang benar saja,” desah Illeana kesal sambil memutar kursinya dan menghadap ke jendela kaca yang menampilkan pemandangan langit dan bumi di depannya. Melamun beberapa saat, Illeana bertanya- tanya mengenai maksud William. Bila mereka tidak hubungan, lantas apa yang Maria katakan itu sungguh atau hanya sekadar omongan belaka? “Kenapa aku harus peduli?” kata Illeana mengusir pikiran itu dalam benaknya. S

