Illeana segera menghela napas lega begitu lift tertutup dan bergerak membwanya turun. Natalia memperhatikan sambil tersenyum kecil. “Apakah aku aneh?” tanya Illeana begitu menyadari Natalia menatapnya. Gadis itu menggeleng. “Tidak. Tapi, Kak Illeana keren,” kata gadis itu seraya mengangkat satu jempolnya. Illeana menghela napas, melirikan kedua bola matanya pada Natalia lalu tersenyum. “Aku tahu kalau mungkin ini adalah keterlaluan, tapi, entahlah, aku tak begitu –“ Illeana segera membungkam mulutnya sambil menatap Natalia salah tingkah. Tapi gadis itu hanya mengangguk seolah paham apa maksud Illeana. “Tak usah khawatir, Kak Illeana tidak sendiri, kok,” kata Natalia. Sekali lagi Illeana menghela napas. “Itu, ponselmu masih –“ Natalia mengingatkan seraya menunjuk ponsel

