Illeana selesai makan dan di depan Boby tampak memperhatikan dengan penuh kelembutan, khas dirinya sekali. Boby begitu sempurna, hanya saja kekurangannya adalah, dia terlalu dikendalikan oleh ibunya, serta memiliki rasa tak enakan yang begitu besar. Hal itu yang membuat Boby terkesan plin plan. “Bagiamana? Kau merasa lebih baik?” tanya pria itu setelah Illeana menempelkan punggungnya pada kursi. Gadis itu mengangguk. “Ya, aku lebih baik sekali. Terima kasih, Boby,” ucap Illeana. Pria itu tertawa kecil. “Bukan masalah. Melihatmu makan banyak seperti itu saja sudah membuat aku senang,” kata Boby. Illeana menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyum kecil. “Bagaimana kau tahu kalau aku sedang kesal?” Illeana menatap kekasihnya itu. Sekali lagi Boby tertawa kecil. “Itu jelas

