31. Calon Menantu Idaman

1179 Words

Wilma menarik Illeana ke kasir ketika barang yang dia beli sudah cukup. Boby masih menahan ibunya yang terprovokasi ucapan Wilma. “Ayolah, untuk apa gadis murahan, silakan saja ambil,” ujar wanita itu kesal. “Ibu,” Boby kembali menegur. “Apa? Bukankah sudah Ibu peringatkan untuk diam? Kamu sama sekali tak mendengarkan aku, Boby,” balas ibunya marah. “Ayolah, Bu, ini tempat umum. Aku juga sudah menegaskan, bahwa Illeana akan selalu aku pertahankan. Jadi aku mohon, berhenti menekan Illeana,” pinta Boby putus asa. “Pertahankan? Ah, ayolah, kamu bodoh sekali, Nak,” Ibunya tak percaya dengan pembelaan Boby. Di depan kasir itu Wilma tersenyum kecil. “Siapa yang murahan? Yang sibuk sendiri, atau yang peduli?” Wilma membalas tanpa berbalik. “Apa katamu?” sahut ibu Boby itu. “Memang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD