Suara bel di pintu rumah Illeana itu membuat sang empunya bergegas membuka pintu tapi dia terdiam cukup lama ketika melihat siapa yang datang. “Kenapa dia di sini?” tanya Illeana pada Jasmine yang di belakangnya ada William. “Akan aku katakan, ayo masuk dulu. Kau sudah siap untuk pergi?” Jasmine mendorong Illeana untuk masuk ke dalam rumah dan membawa William ikut masuk. Illeana sudah rapi dengan baju santainya untuk bepergian. Mereka memang ada janji untuk berpergian bersama namun tidak bersama William. “Tunggu sebentar ya,” kata Jasmine pada William. Dia sendiri membawa Illeana masuk ke dalam kamar gadis itu untuk bicara. Melepaskan tangan Jasmine darinya, Illeana menatap sahabatnya itu tajam. “Katakan, kenapa dia di sini?” tuntut Illeana kesal. Jasmine menghela napas sebelum

