Rebecca terbatuk-batuk sambil mengerjap-erjapkan matanya berusaha menatap ke sekeliling nya sekarang, namun ia tidak bisa melihat apa-apa karena pandangannya gelap. Rebecca semakin terbatuk-batuk, ruangan gelap dan pengap membuat dadanya seakan sesak. Rebecca benci kegelapan. Rebecca meringis ketika melihat kedua tangan dan kakinya di rantai dan ia merasakan jika tubuhnya tengah berbaring di tempat tidur, Rebecca bergerak berusaha membebaskan diri sambil terisak pelan, ia tidak sanggup berada di ruangan yang gelap. "LEPASKAN AKU b******k!" jeritnya kencang, namun tidak ada sahutan. Rebecca kembali menangis sejadi-jadinya, ia terduduk di ranjang sambil terus bergerak berusaha membebaskan diri namun yang di lakukan hanya sia-sia dan malah membuat kedua pergelangan tangan dan kakinya yang

