My Perfect Stranger 27

1107 Words

Arnold sangat senang melihat kedatangan Rebecca ke ruangannya hingga membaut rasa lelah yang sedari tadi meliputi dirinya seketika hilang dalam sekejap mata ketika melihat Rebecca. Arnold langsung saja mempersilahkan gadis itu untuk masuk ke ruangannya, meletakkan box pizza yang dibawakan Rebecca ke meja kerjanya lalu menatap Rebecca yang sedang asik menatap seisi ruangan luas dan mewah milik Arnold. "Wah, pasti tuan sangat betah berada di ruangan ini, benar-benar luas, rapi, bersih dan sangat nyaman," ucap Rebecca sambil berdecak kagum dengan ruangan Arnold. "Berbicara santai lah jika hanya ada kita berdua, Becca." Rebecca lantas menatap Arnold dan menggeleng pelan. "Bagaimana bisa aku berbicara santai kepada CEO perusahaan ini?" Arnold hanya terkekeh pelan lalu menarik tangan Rebecca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD