Kartu 38

1478 Words

“Ting... tong...” Suara bel rumah dibunyikan. Christina sudah berdiri di ambang pintu. Uli sedang berada di rumah, ia yang membukakan pintu. Karena semua anggota keluarga sedang sibuk. Sabine sedang di dapur mengurusi resep baru yang ingin dicobanya, sedangkan Aaric berada di kamarnya, belum turun sejak selesai sarapan pagi tadi. Hari ini akhir pekan. “Selamat siang, Pak Karte!” sapa Christina dengan ramah. “Pagi, Nona Zauberer, cari siapa?” tanya Uli heran, mengapa tetangganya tiba-tiba bertamu ke rumahnya, karena seiingatnya tidak ada yang tengah membuat janji. “Maaf, Pak, bisa bertemu dengan Aaric,” ucap Christina. “Aaric?” tanya Uli. Christina mengangguk. “Siapa, Sayang?” terdengar teriakan Sabine dari dapur. “Tetangga kita,” “Silahkan masuk, Nak! Aku akan panggilan dia,”  Ul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD