Sabine mengelap ujung bibirnya dengan tisu setelah selesai makan. Setelah itu mereka menikmati arak beras menggunakan tembikar kecil, dan segera beranjak ke meja kasir. “Selamat malam, semoga hidangannya lezat!” sapa seorang kasir dengan ramah. Tampaknya semua orang di sini berasal dari China atau paling tidak keturunan China, karena wajah-wajah mereka sangat menunjukan tipikal orang Asia layaknya di Film Mulan. Kasir yang belum pernah terlihat muncul di kedai ini pun sama seperti dua pelayan tadi, memiliki perawakan kecil, berkulit pucat, dan bermata sipit. “Selamat malam!” balas Sabine. Beberapa kali mengunjungi kedai, ini pertama kalinya melihat pegawai kasir ini. Ia masih baru. Dan tiba-tiba Sabine menyadari kalau bola mata kasir ini berwarna amber. Sedikit terkejut. “Kursi nomor be

