Kartu 104

1313 Words

“Ah, sudahlah. Bisakah kita tidak usah membahas ini lagi, kepalaku seperti akan pecah,” tiba-tiba Lisa mengeluh sambil membuang nafas, kemudian merapikan beberapa cangkang kacang kenari yang berserakan di atas meja. Mendengarkan Norman “berceramah”, membuat dua bungkusan besar berisi kacang kenari panggang tak bersisa, masuk begitu saja melewati kerongkongan dan mendarat di dalam perut tanpa terasa. “Benar juga,” Aaric setuju ia pun ikut membuang nafas. Hari mulai meredup, matahari yang tenggelam tampak dari langit membuat semburat warna kemerahan. Norman teringat malam ini Aaric akan menjalankan tugas jaga malam di rumah sakit, ia pun bergegas pamit diikuti Lisa. “Baiklah kami pulang, semoga kau tak bertemu makhluk astral saat kau berjaga nanti malam ya!” canda Lisa sambil menepuk pun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD