Aaric sudah tiba di dalam kamarnya, ia mulai memilih buku-buku yang sudah dipesan Lisa, untuk dipinjam. Tidak banyak hanya dua buku namun sangat tebal. Sehingga mau tak mau Aaric harus membawa tas ransel. Setelah selesai memasukkan buku-buku itu ke dalam tasnya, ia segera membuka pintu kamar untuk turun menemui Lisa. Tapi tunggu, tiba-tiba Aaric melihat cermin yang tergantung di dekat pintu ke luar. Aaric segera menuju cermin, dan membetulkan model rambutnya, yang sebelumnya sudah ia bubuhkan semacam gel khusus rambut, yang berfungsi membuat rambut lebih mudah diatur. Cambang tipis dan bekas cukuran di bagian dagunya juga tampak cocok dengan style-nya, membuat penampilannya sangat rapi. Dengan seperti itu, semua wanita pasti sepakat kalau Aaric sangat tampan. Setelah memastikan tidak a

