Kamar Zam

1085 Words

Zam duduk di tepi ranjangnya dengan tangan saling terjalin dan siku bertumpu di atas kedua lututnya. Pikirannya masih melalang jauh ke beberapa waktu yang lalu. Tentang masa lalunya yang ia lupakan. Tentang kematian anggota rombongan yang sia-sia. Dan tentang Wrystle yang ternyata masih hidup dan tidak terluka sama sekali. Ditambah lagi dengan ucapan yang ia dengar di benaknya sebelum Zam pergi dari pohon purba tempatnya tinggal. Zam mengusap wajahnya kasar. Seharusnya ia beristirahata saat masih ada kesempatab seperti ini. Menurut Leah dan Sezzard sebagai ahli strategi, malam ini akan ada kabut lagi. Itu berarti pertarungan mereka dengan hantu kabut belum berakhir. Masih akan ada korban yang jatuh malam ini. “Berhentilah jadi pengecut, Zam,” kata Zam bermonolog saat kepalanya meminta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD