Berkejaran

1172 Words

Kalu masih keheranan melihat Zam yang seperti itu. Ia mencoba melangkah maju lagi. Tangannya mencoba meraih Zam sekali lagi. Ia yakin ia hanya mundur dua atau tiga langkah ke belakang. Tapi mengapa tubuh Zam tidak teraba oleh tangannya. “Zam!” Kali ini Kalu memutuskan untuk berteriak. Ia tahu, pemimpin itu tentu tidak ada lagi di sini. Dia pasti sudah kabur. Berbanding terbalik dengan yang dipikirkan oleh Kalu, sebenarnya Wrystle sudah menganatinya sedari tadi. Bersiap untuk menyerang sambil menimang-nimang bagian tubuh mana yang harus ia lepas lebih dulu. “Zam!” Sekali lagi Kalu berteriak. Ia yakin Zam belum mati. Mungkin memang pemuda itu tidak sadarkan diri. Tetapi bukan berarti ia sudah mati. Kalu yakin, Zam masih bisa mendengar suaranya. “Zam?” Suara Kalu memelan kala ia meraih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD