Vino duduk santai di sofa. Ia menonton tv dengan secangkir kopi yang aku buatkan. Beberapa kali ia menyesap kopi yang masih bertahan mengeluarkan uap. Dan beberapa kali itu pula aku memperhatikannya. Ia menoleh ke arahku dan seketika mata kami saling bersitemu. Seakan sadar kalau aku memperhatikannya. Kenapa jantungku berdebar-debar ya? Apa aku terkena serangan jantung mendadak? Refleks, aku memalingkan wajah setelah menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan jantungku. “Kenapa?” Tanyanya dengan tenang. “Ehmm...” Aku memutar bola mata. Aku harus menemukan topik pembicaraan agar Vino tidak curiga. “Tadi siang Katrina ke sini.” “Apa?” Mata Vino membelalak. Ia tampak sangat terkejut. “Mau apa dia ke sini?” gumamnya, sepertinya gumamannya itu ditujukan untuk dirinya se

