Di hati Bu Fatimah merasa tercubit dengan kisah mbok Darmi yang di tolak oleh Anak kandungnya sendiri. Bu Fatimah sangat bersyukur memiliki seorang anak yang sangat menyayanginya bahkan sanggup menukar seluruh isi dunia demi untuk merawatnya. jika di ibaratkan seperti itu. Setelah proses dengan fihak yayasan sudah selesai saat itu juga Bu Fatimah mengajak mbok Darmi pulang ke rumah, entah mengapa ada ketertarikan sendiri di hati Bu Fatimah untuk memilih mbok Darmi yang sudah terlihat sepuh itu. Usia mbok Darmi adalah 55th. usia dimana seharusnya dia di urus oleh putra/putrinya. Dalam perjalanan pulang Bu Fatimah mengajak ngobrol mbok Darmi tentang segala hal terutama tentang apa harus di kerjakannya saat sampai di rumah. "Nanti sampai di rumah kita cukup bersihkan kamar untuk tidur kita

