"Ternyata kebiasaan putri ayah ini belum hilang ya, sudah selesai acara mukbang nya? bahkan kami yang kamu tawari belum sedikitpun mencicipi makanannya loh Al" perkataan Pak Nasir membuat Alika menyengir kuda menampakkan gigi rapinya yang kini berwarna merah karena saus asam pedas yang di makannya di bumbu kepiting tadi. "Kalian kalah cepat, Alika sudah menawari kalian, eh cuma di anggurin ya Alika sikat semuanya lah." kata Alika enteng. "Tenang, kalau kalian masih berniat makan, akan Alika pesankan, Alika temani deh, biar seru makannya, tapi Alika nggak pake nasi loh ya." mendengar perkataan Alika Andi pun melotot tak percaya, menyadari mimik wajah Andi yang keheranan pak Nasir pun angkat bicara. "Jangan heran Mas, putri saya ini memang begitu kalau suasana hatinya sedang tak baik-baik

