Di kampung tersebut Alika memiliki seorang kawan dekat yang rumahnya kebetulan ada di samping kanan rumahnya, namanya Wati, usianya jauh di bawah Alika, kalau Alika berusia hampir kepala 3 nah kalau Wati berusia 19 tahun, tapi Wati tak percaya jika Alika sudah berusia hampir kepala 3, Alika pun tak mengambil pusing akan hal itu. baginya itu tak penting. Hampir setahun di jalaninya kehidupan yang tentram di desa tersebut, warga yang sangat ramah dalam bergotong royong membuatnya nyaman berada di sana. "Mbak Alika dulu tinggalnya dimana mbak?" tanya Wati dengan bahasanya yang medok. "Saya tinggal di kota Wat, dari sejak lahir sampai sebelum saya pindah di sini ya kehidupan saya di kota itu."jawab Alika ambigu dan tidak jelas bagi Wati. "Lah di kota mbak Alika ngapain kerjanya?" tanya Wa

