"Pak Adi yang sabar ya pak" kata Bu Mutiah kepada besannya tersebut. Alika masih erat dalam memeluk suaminya, begitupun pak Nasir dia sangat erat mendekap putrinya dari belakang berharap Alika akan kuat menjalani ujian hidupnya yang pelik. tak menunggu lama ambulance pun datang membawa mereka semua menuju rumah sakit. Semua masuk di ruang UGD, ada beberapa dokter dan perawat yang langsung menangani mereka bertiga. terlihat di luar ruangan ada Mbok Darmi yang menangis pilu akan kejadian barusan, ada rasa takut bergelayut di hati Mbok Darmi, melihat kondisi Susi yang terus mengeluarkan darah membuat fikiran buruk berkelana di fikirannya. "Jangan tinggalkan Mbok nak, Mbok nggak akan sanggup sendiri tanpamu, semoga Alloh masih mberimu kesempatan untuk bertaubat putriku." batin Mbok Darmi

