Sementara Ranu memilih untuk tidak mengganggu obrolan Samana dan teman-temannya. Ranu memilih untuk berpamitan dengan Samana via chat an saja. Ini memang tidak begitu sopan tapi dalam situasi yang terpaksa, akhirnya tidak apa-apa. Untungnya Samana bisa mengerti keadaan. Jadi ia mengiyakan keinginan Ranu untuk pulang bareng Arga. Ranu yang sedari tadi menolak ajakan Arga, kini akhirnya menyerah dan mengiyakan permintaan Arga. Ranu dan Arga sedari tadi sudah meninggalkan kediaman Samana. Mereke ingin memiliki waktu untuk ngobrol empat mata. Lama tak jumpa membuat rindu diantara keduanya bagaikan api yang membara. "Tunggu!" Ranu memegang pergelangan tangan Arga. Ia menatap wajah laki-laki itu dengan rasa lega, akhirnya bisa bicara empat mata. "Ada apa sayang?" Arga memelankan mobilnya,

