Mereka melanjutkan perjalanan dengan langkah yang agak sempoyongan. Tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dengan tempat nongkrong membuat mereka memilih untuk berjalan kaki. Setelah berjalan beberapa menit, mereka tiba di tujuan. Seorang laki-laki sudah berdiri di depan pintu. Tersenyum kecil matanya menatap genit ke arah Ranu. Sepertinya otaknya sedang traveling, ketika mengamati body Ranu yang semox. Ini pasti hebat jepitannya. Kesempatan apik buat ena-ena geratis. Tiga cewek sekaligus, mantap pastinya, ucapnya sambil menatap ke tiga wanita yang setengah mabuk. " Hai Jun," Jesy menyapanya. Cipika cipiki, itu sudah biasa mereka lakukan. Bahkan bertukar pasangan juga biasa. "Hai Jes, tambah seger saja tuh badan." Mata Jun mengarah ke gunung kembar Jesy yang menyembul. "Iya dong,

