Pelampiasan

1081 Words

Di kamar hotel menjadi pilihan kedua untuk menikmati keindahan. Beberapa teguk wiski ternyata tak membuatnya berjalan sempoyongan. Hanya sedikit pusing namun tak membuatnya mabok parah, memang tujuannya hanya untuk membangkitkan nyalinya saat menghadapi wanita jalang itu. Dia masih bisa mengatur keseimbangannya dalam berjalan. Mungkin laki-laki itu sudah terbiasa minum jadi dengan meneguk beberapa sloki masih membuat dirinya terlihat waras, walaupun ucapannya juga terkadang mengelantur. Namun, sebenarnya yang dia katakan itu jujur adanya. Samudera terlihat sibuk membuka celana dan pakaian lalu begitu saja melemparkan ke kursi di depan meja cermin. Samudera terlihat bersemangat memegang dan menggerakkan tangan kanannya naik turun ke senjata yang tegak menantang. "Ayokkkk ...." Benar-benar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD