"Apa?" tanya Orlando tidak percaya. "Lo setuju sama usul Mama? Jangan gila, Ka!" sentak Orlando keras. Tanpa disangka tawa kecil Anika yang terdengar mengerikan justru terdengar. "Oh iya, gue lupa kalau gue janda. Mana mungkin lo mau nikah sama janda anak satu kayak gue," lirihnya. Orlando menatap tidak percaya wanita yang saat ini tengah menatapnya dengan pandangan sendu dan senyum miris yang tidak Orlando sukai itu. "Lo tahu bukan itu alasannya, Ka," bantah Orlando. Anika menunduk dan mengusap air mata yang jatuh di pipinya. Entah sudah berapa kali dia menangis sejak Faris mengancam akan mengambil hak asuh Azalea. "Sebenarnya Papa juga terkejut sama ide dari Mama, tapi kalau dipikir lagi, mungkin itu cara yang paling efektif buat ngadepin gugatan dari Faris daripada Anika harus ka

