"Selamat, Bapak dan Ibu, Ibu Anika benar dalam keadaan mengandung. Saat ini usia kandungannya baru memasuki tiga minggu." Orlando merasa tiba-tiba saja dirinya tidak bisa bereaksi. Dia hanya diam menatap dokter yang tadi memberikan kabar bahagia dengan pandangan melongo. Tapi ia baru bisa menguasai dirinya saat Anika memegang lengannya pelan, dia menoleh dan mendapati Anika yang tersenyum lebar. "Aku hamil, Lan. Anak kamu," ujar Anika pelan sambil memegangi perutnya. Orlando tidak sadar bahwa air matanya menetes begitu saja. Ia buru-buru menghapus air mata itu dan tersenyum lebih lebar sambil memeluk dan menciumi kening Anika. "Iya, Sayang. Kamu hamil, anak kita," balasnya. Dokter yang tadi memeriksa Anika ikut tersenyum melihat dua orang yang tengah berbagai di depannya. "Apa mau m

