41

1520 Words

Dulu saat melihat kakak-kakak perempuannya menikah, Orlando pernah berpikir bahwa dia ingin membuat sebuah resepsi di rumahnya dengan halaman belakang sebagai pusatnya. Ia ingin membuat pesta yang bernuansa keluarga dan mengundang semua teman dan keluarga yang dia punya. Orlando juga pernah membayangkan, dia akan duduk hanya di kursi kayu dan dekorasi sederhana bersama istrinya sambil menyalami seluruh tamu walaupun saat itu tidak ada bayangan akan siapa wanita yang menjadi pendamping hidupnya. Tapi saat ini, semua yang pernah dia bayangkan dulu tidak ada satupun yang terwujud. Akad nikah dirinya dan Anika memang diadakan di rumahnya, tapi bertempat di ruang tamu yang sudah didekorasi sedemikian rupa. Yang hadir juga hanya kerabat dekat dari pihaknya dan Anika, tidak ada teman kuliah Or

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD