Tidak butuh waktu lama aku sudah sampai, hanya sepuluh menit dari kantor. Segera aku parkir motorku di tempat yang juru parkir arahkan. Di kota ini memang terdapat juru parkir di mana-mana. Apalagi di tempat penjualan makanan seperti ini. Terlihat beberapa orang sedang duduk di atas kursi plastik yang ditata di sekitar gerobak. Aku langsung menghampiri seorang pria berbaju coklat dan mencatat pesanan di sebuah nota. "Semuanya dua ratus lima belas ribu, Mbak," ucap mas penjual itu menyebutkan harga yang harus aku bayar. Aku mengeluarkan tiga lembar uang pecahan seratus ribu dari dalam dompet. "Ini kembaliannya. Silahkan duduk dulu, Mbak. Antri ya," ucap Mas Martabak sambil menyodorkan uang kembalian. "Iya, Mas. Makasih yah." Setelah menerima uang kembalian aku menuju kursi plasti berw

