Ali yang sebelumnya sedang asyik membaca koran langsung bangun saat mendengar bel rumah, ia tidak tega menyuruh Hafshah untuk membuka gerbang. Karena tamu yang belum tahu siapa itu terus menekan bel, Ali harus berlari kecil untuk segera sampai. Ia tidak sadar kalau Hafshah mengikutinya. Saat membuka gerbang, jantungnya langsung berdegup kencang. "Ngapain kamu ke sini?" Syahnaz menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa? Apa aku enggak boleh berkunjung ke rumah sahabat aku?" Syahnaz langsung masuk begitu saja ke dalam rumah Ali. Ali mengigit bibir bawahnya, entah mengapa ia selalu berubah menjadi orang pendiam jika berhadapan dengan Syahnaz. "Jaga adab kamu, Na," ucap Ali lantang. Walaupun dadanya berdebar, ia harus melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Syahnaz menghentikan langkahnya la

