POV Obi. Aku menghela nafas lelah, lalu berdecak, saat melihat Karin buru buru mencegat taksi lalu berlalu dari hadapanku. Karin…kenapa harus seemosi ini, aku hanya berusaha mengungkapkan keresahanku dan komentarku tentang apa yang di resahkan papinya juga. Aku pikir pikir perkataan papinya benar, soal kami yang kos bersama di satu tempat. Semua orang yang tidak tau kami berdua tentu saja akan berpikir sama seperti yang papi bilang. Walaupun aku dan Karin tidak pernah melakukan hal yang senonoh, atau terlampau jauh, sampai seperti pasangan kumpul kebo. Tetap saja, beban moral tetap aku rasakan. Aku lelaki, bisa santai menerima tuduhan orang, tapi Karin perempuan, aku tidak mau orang berpikir buruk tentang diri Karin. Lalu aku juga mengungkapkan soal rencanaku magang sambil kuliah. Aku m

