Obi POV. Aku dengan tergesa menuju kantin kampusku waktu Sinta mengirim pesan kalo dia, Roland dan Kendi berada di sana. “Tumbenan elo bertiga kesini?” tanyaku begitu bertemu mereka bertiga sambil tos dengan Roland dan Kendi yang bangkit berdiri melihatku. “Ngawal calon nyonya Natalegawa” jawab Roland lalu duduk lagi di sebelah Sinta. Aku mengerutkan dahiku melihat tatapan tak bersahabat Sinta. “Perawan jendral kenapa?, gagal di perawanin pujangga bokis?” ejekku ikutan duduk. Bukan jawaban yang aku dapat, tapi gebrakan meja oleh Sinta. Aku meringis walaupun Kendi dan Roland ngakak. “Bagian elo Bi, kita udah kenyang sepanjang jalan ke sini” kata Roland. Aku langsung sadar kalo aku dalam masalah dengan perawan jendral. “Siapa cewek yang lo tenteng kemarin?” tanyanya gahar. Aku men

