Planet Abelian, 1921 “Zerix putraku, kau mau ke mana?” tanya Elena ketika melihat putranya terburu-buru keluar dari salah satu ruangan istana dan melewatinya, hendak pergi begitu saja. “Oh Ibu, maafkan aku. Aku tidak tahu kalau Ibu ada di sini,” jawab Zerix yang langsung menghentikan langkah kakinya dan mendekat ke arah ibunya. “Aku hendak pergi keluar dulu Ibu . . . aku akan secepatnya kembali nanti,” lanjutnya. “Oh tidak Zerix. Kau harus tetap berada di istana. Kau tahu kan saat ini keadaan alam sedang tidak baik-baik saja. Ibu takut terjadi sesuatu denganmu. Urungkan saja niatmu itu dan lakukan setelah keadaan sudah kembali aman. Di luar sana terlalu berbahaya,” ucap Elena yang mulai terlihat khawatir dengan kebiasaan dan hobi putranya itu. Zerix tersenyum manis sambil menatap mata

