Bab 16

1074 Words

Yang tadinya tenang dan pulas, sosok tampan itu mulai terbangun karena suara keras dan membuat jantungnya hampir lepas. Dadanya berdebar hingga tak dapat ia kendalikan. Fatih bangkit dan memastikan keadaan. Namun, apa yang dia lihat kini tengah mendekam di pojok ruangan. Kaki bertekuk dan tubuh bergetar. Rambut yang semula terbungkus jilbab, kini sudah terurai dan menutupi bagian wajah. "Rani!" "Rani, ada apa?" Kedua tangan berotot itu menyentuh pangkal lengan yang terasa ringan. Membuat Rani semakin kencang berteriak dan meminta tolong. "To ...." Untungnya, dengan sigap Fatih menutup mulut Rani segera. Agar tak membuat gaduh suasana yang sudah mulai tenang dan air sudah mulai surut. Hujan semalam membuat sebagian warga yang tinggal di dataran agak tinggi berjaga-jaga. "Diam!" Fati

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD