Bab 36

1232 Words

"Biar aku saja yang buka. Lagipula, hujan-hujan begini siapa malam-malam, yang datang?" Arfan mendorong kursi dengan kakinya ke belakang. Ia membenahi kemeja tiga perempatnya lalu memutar kunci pintu. Saat dibuka, kedua matanya terlihat melebar. "Fatih?" Fatih juga terkejut. Ia tak melihat tadi jika di depan sana ada mobil Arfan. Ke mana lagi Rani tak pulang selain ke rumah orangtuanya. "Ada apa, Fatih?" tanya Arfan. Masih membiarkan Fatih berdiri di luar sana. "Harusnya aku yang tanya, ngapain kamu ada di sini? Satu atap di rumah istri orang, malam-malam lagi." Fatih menarik ekor matanya menatap ke lain arah. "Aku tadi habis mengantar Rani. Kehujanan juga, dan diajak makan malam sekalian dengan keluarga ini. Keluarga yang sangat menghargaiku meski aku bukan suami Rani." Seperti tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD