39

1038 Words

Mendengar bahwa Mas Rudi akan melaporkan perbuatannya pada anak kami, Mas fendi langsung pucat dan berubah mimik wajahnya dia menelan ludah degan penuh kekhawatiran dan rasa takut, sambil melirik aku dan istrinya secara bergantian. “Apa kau mau aku memberi tahu Yunadan Yudi?” “Ti-tidak usah.” “Baiklah kalau begitu katakan yang sebenarnya!” “aku sudah mengatakan yang sebenarnya bahwa fatimah lah ….” “Cukup! kau masih saja ingin berbohong dan memfitnah, cukup sudah!” “Baiklah, aku minta maaf, aku tidak mengulangi dan ini tak akan terjadi," jawabnya. “Apa lagi, kalimatmu masih ambigu dan belum jelas,” desak Mas rudi. “Ehm, saya minta maaf sudah menyakiti fatimah dan menyudutkan dia,” lanjutya. “Lalu apa lagi?” “Maaf karena fotoitu menjadi bahan kesalah pahaman isri saya.” “Lalu?” M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD