Saat aku hendak pergi pria itu mendekat dan menarik tanganku, menahan langkahku dengan mengetatkan genggaman tangannya. Aku yang merasa makin tidak habis pikir dan heran sekali segera membalikan badan dengan tatapan penuh kekesalan padanya. "Apa yang kau inginkan?" "Aku hanya ingin memandangmu sedikit lebih lama." "Jangan konyol lepaskan aku orang-orang bisa melihat kita. Bukannya aku akan menyukaimu, kau malah membuatku makin tak nyaman." Bukannya melepaskan, semakin menahan pergelangan tanganku. Bisa ku katakan kalau dia sedang tidak waras saat ini. "Aku tidak ingin menimbulkan fitnah, jadi tolong lepaskan aku. Aku juga mau pulang karena ini sudah sore dan hujan." "Akan kutanyakan kepada anak-anak, apakah aku masih boleh kembali padamu atau tidak! Alih-alih menikahi dokter itu k

