14

918 Words

"Kau? Apa yang kau lakukan di sini?" "Aku mengawasimu sejak tadi dan melihat mimik wajahmu yang kasmaran, dia siapa?" "Beraninya kau menguntitku!" ucapku sambil berusaha meredam emosi. "Aku tidak menguntitmu, tapi aku sengaja datang kemari untuk bicara padamu karena semalam kau memblokir nomorku." "Seharusnya kau paham jika aku memblokir nomormu itu artinya aku tidak mau bicara padamu dan Ingin menutup akses percakapan di antara kita berdua. Aku rasa tidak perlu ada yang dibahas lagi karena kita sudah bercerai dan tidak punya hubungan apa-apa lagi, jadi jangan ganggu aku!" ujarku dengan tegas. "Aku sedang berusaha jujur padamu!" ucapannya yang lantang didengarkan oleh Mbak rimbi dan ibu Kalsum yang kebetulan adalah tetangga kanan kiri lapakku. Mereka penjual sembako dan minyak juga.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD