part 32

1098 Words

Kurebahkan diri di peraduan dengan perasaan yang tidak menentu, lepas makan malam tadi aku jadi berpikir banyak hal tentang hubunganku dengan mas Rudi, ingin kutinjau kembali kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di masa yang akan datang jika kami tetap memaksakan bersama. Kini, aku terdiam sambil berusaha menghitung detak jantung dan aliran napasku, kupandangi gamis yang baru saja kukenakan tadi saat ke rumah Mas Rudi, dia masih bergelayut cantik di gantungan dekat kaca rias. "Aku sengaja menampilkan kepribadian dan dandanan yang paling bagus, tapi respon mereka tidak bagus, jadi, aku harus bagaimana?" Aku menggumam sambil menghela napas. "Mungkinkah, Mas Rudi hanya sosok yang dihadirkan Tuhan sesaat agar aku diingatkan bahwa di dunia ini masih ada cinta? Tapi untuk apa jika cinta i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD