#23

1399 Words

CHAPTER 23   Seberkas cahaya masuk ke dalam kamar dari celah-celah gorden. Membuat satu-satunya mahkluk yang masih terlelap mengerjapkan matanya silau. "Abanggggg, banguuuuun. Kamu ga sekolah? Udah siang loh ini.." Suara menggelegar itu sukses membuat matanya terbuka lebar. Dilihatnya ranjang di sebelah. Kosong. Berarti Bayu udah bangun. Anjiirr, dia ga bangunin gue! Buru-buru Abra bangkit dan keluar dari kamar dan masuk ke kamar mandi. Setelahnya ia keluar dan berpakaian dengan rapi. Putih abu-abu lengkap dengan dasi dan ikat pinggang. Lalu mengambil tas di kamar dan siap untuk sarapan. "Tumben kamu abis subuhan tidur lagi? Belum ilang capenya?" Tanya ibunya. "Iya." "Sukses ga tapi acaranya?" Kini ayahnya yang bertanya. "Alhamdulillah sukses yah." "Bagus lah kalo gitu." Mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD