Siang ini setelah jam kerjanya selesai Bulan tidak langsung pulang. Bulan sudah membuat janji dengan Nyonya Andri untuk bertemu. Nyonya Andri hendak mengambil dompetnya yang tertinggal. Bukan tertinggal sih, tepatnya sengaja ditinggalkan. Bulan sedang duduk di kursi tunggu untuk konsumen di depan Unit Ekpedisi. Bulan nampak sedang menatap layar ponselnya. Menggeser naik dan turun berselancar di dunia maya sembari menunggu kedatangan Nyonya Andri. “Mbak Bulan.” Bulan menoleh ke sumber suara yang memanggilnya. “Eh, Ibu.” Sapa Bulan yang langsung berdiri menyambut kedatangan Nyonya Andri. “Udah enggak apa-apa, duduk saja.” Bulan dan Nyonya Andri kini duduk bersebalahan. Tidak menunggu lama Bulan kemudian mengambil dompet kepunyaan Nyonya Andri dari dalam tasnya. “Ini dompetnya, Bu.” Bul

