“Assalamualaykum.” Ucap Nyonya Andri menyapa Bulan. “Waalaykumsalam. Kok, Ibu bisa di sini?” Jawab dan tanya Bulan langsung. Nyonya Andri tersenyum. “Iya. Ibu ada acara di rumah saudara, rumahnya deket sini, jadi sekalian mampir.” “Mampir?” Bulan membeo. “Iya. Kemarin katanya kamu kerja di KOPMA, kan?” “I-iya, Bu. Hehe.” “Saya boleh mampir, kan?” “B-boleh, boleh kok, Bu. Cuma saya masih kaget aja.” “Kaget, kaget kenapa?” “Enggak, enggak apa-apa kok, Bu. Mungkin efek saya belum sarapan. Hehe.” “Ooh, kirain kaget kenapa.” Bulan kemudian teringat sesuatu. “Oh, iya. Ibu, maaf, apa kemarin ada barang belanjaan Ibu yang kurang?” Tanya Bulan yang teringat akan selai kacang yang ada di dalam kantong kreseknya kemarin. “Emh.” Nyonya Andri tampak berpikir. “Kemarin ada selai kac

