“ECG siap. Tekanan darah dan oksigen pasien stabil, anestesi sudah seratus persen.” “Semua peralatan lengkap. Operasi bisa dimulai sekarang.” “Pisau bedah.” Nanase menadahkan tangannya meminta pisau bedah dari perawat agar dia bisa memulai operasi mereka. Hanya saja, alih-alih mendapatkan pisau bedah yang diinginkan oleh Nanase, malah tangan Yuruizawa yang menahan tangan tersebut. Sontak saja Nanase berbalik mengalihkan perhatiannya pada Yuruizawa yang sudah terbungkus rapi oleh seragam OK, masker juga sebuah cap berwarna senada yang membuat tubuh pria itu sangat steril selama selama mereka berada di ruangan operasi. “Kau yakin kalau otot jantungnya pecah? Bagaimana kalau itu hanya patah tulang biasa? Sebaiknya kita panggil dokter ortopedi saja untuk menangani ini?” “Aku harus membuka

