Perlahan, Nanase mendekat pada wanita paruh baya yang adalah ibu dari Haruka-chan, pasiennya. Meski ini bukan jam untuk sarapan, tapi Nanase tetap memberikan sandwich dan satu gelas s**u kedelai pada wanita tersebut. “Sensei, anda tidak perlu melakukan ini, aku benar-benar merepotkanmu.” Ujarnya canggung. “Simpan dan makanlah kalau nyonya sudah merasa lapar.” Ujar Nanase sambil menepuk-nepuk punggung wanita paruh baya yang terlihat sangat lelah itu. Jelas saja, dengan apa yang baru saja Nanase dengar dari cerita suaminya yang berjualan Odeng, tentu bukan hanya lelah fisik saja yang sedang mereka hadapi sekarang, tapi juga psikis dan ekonomi. Mungkin Nanase memang sedang mengalami Amnesia Lakunar yang menghapus sedikit banyak ingatannya, tapi Nanase sama sekali tidak bisa melupakan ba

